Archive for the ‘Tentang Gamelan’ Category

NGAGUAR PANGALAMAN NABEUH GAMELAN JEUNG ENSEMBLE KYAI FATAHILLAH

Ku: Iwan Gunawan

ekfEnsemble Kyai Fatahillah nyaeta salah sawios unit kegiatan mahasiswa dina widang kreasi gamelan nu aya di Jurusan Pendidikan Musik FPBS UPI. Sebatan “Kyai Fatahillah” saleresna nyandak dina nami perangkat gamelan pelog salendro nu aya di UPI nyaeta “Kyai Kangjeng Fatahillah” nu akhirna disebat wae “Gamelan Kyai Fatahillah”. Salian ditinggal dina bentuk sareng jumlah waditrana anu benten tinu sanes, perangkat gamelan ieu ngagaduhan sora anu halimpu, teges jeung ngandung karakter ageung wibawa. Kukituna gamelan ieu salah sawios aset nu janten kabanggan UPI.

Akhir taun 2003, sim kuring kenging uleman ti HKW (Haus der Kulturen der Welt) kanggo kagiatan mangrupa festival seni Asia Fasifik di Berlin Jerman taun 2005.  Ngalangkungan Prof. Dieter Mack. salaku kurator dina kagiatan eta, sim kuring kedah mentaskan sababaraha karya gamelan ti ngawitan gamelan tradisional dugi ka gamelan kontemporer. Harita Dieter Mack nunjuk sim kuring kulantaran anjeuna apal pisan kana kreasi-kreasi sim kuring utamana dina karya-karya gamelan. Harita keneh, kuring dipenta datana jeung naon ngaran grupna?. Tangtuna sim kuring bingung, kulantaran ari balad-balad nabeuh mah loba, tapi dugi ka harita teu boga ngarana. Ah, kuring teh improvisasi bae, sakolebat inget kana ngaran gamelan nu aya di UPI. Sebutkeun weh ku kuring teh ngaran grupna ensemble kyai fatahillah. Baca lebih lanjut

On the Topicality of Ton de Leeuw’s Concept of ‘Acculturation’.

By Jurrien Sligter

As probably several among those present here already know the Dutch composer Ton de Leeuw wrote in 1975 a composition for Javanesejurrien gamelan, named “Gending, a homage to the musicians of the gamelan”.

He wrote the piece after many years of hesitation: He was afraid to fall into the trap of so called exoticism, the superficial imitation of eastern elements in western music. Already in 1962, more than forty years ago he included in his book on Music of the Twentieth Century[1] a chapter on “Exoticism and Folklore”. We can read in it the following statement:

We must bear in mind that the process of acculturation ( hybridization) , the fusion and adoption of elements of different cultures, may be counted among the most familiar phenomena of art history. It is not impossible that our own art (today) reveal lines of evolution, free and from within, that in some respects approach certain Eastern concepts more closely than was ever possible within our former and closed cultural pattern.

Ton de Leeuw developed his concept of musical acculturation in modern composition in the circle of UNESCO together with – amomg others -  the Vietnamese scholar Tran Van Khe. Baca lebih lanjut

GAMELAN GENTHA

by Al Suwardi

Compositional Back-Ground

Indonesia is a country that is constituted by many different ethnic cultures spread out over 13,000 islands. I am attracted to this cultural wealth and wish to explore musical practices found within that culture as a source of my music composition. The composition aims to investigate possibilities of integrating Javanese gamelan, Javanese vocal performing practice, Balinese percussion technique, and Florenese vocal technique. The proposed composition also explores ways to develop aspects of different traditional performance practice in the context of contemporary music making

This composition, the Ringing of Gentha, explores new sounds produced from the Gamelan Gentha, which is a gamelan made up of instruments that I have developed and built in 2001. Making new instruments is one of my compositional concerns. The use of new instruments and their distinct sound colors is aimed at developing new sensibilities with audiences interested in contemporary Indonesian music. Baca lebih lanjut

Ensemble Kyai Fatahillah

PROFIL FATAHILLAH

Ensemble Kyai Fatahillah adalah kelompok musik yang konsisten dalam upaya mengembangkan konsep musik-musik baru yang berakar dari musik tradisi sunda.

Nama kelompok musik ini dikukuhkan sejak adanya undangan dari Haus Kulturen Der Welt dalam acara Festival Seni Asia Pasifik “Space and Shadow” di Berlin Jerman.

Kelompok musik ini telah berhasil memainkan berbagai karya dari beberapa komponis, mulai dari karya tradisi sunda sampai kontemporer.

Para pemain yang terjaring pada kelompok ini adalah para musisi muda yang berbakat dan memiliki visi ke depan dalam upaya memperluas wacana musik di Indonesia.

Berbagai jenis musik yang sering dimainkan oleh kelompok ini adalah, musik gamelan tradisi sunda, gamelan kontemporer, musik perkusi dan musik electro acoustic.

Baca lebih lanjut

APAKAH IDENTITAS ITU PERLU DALAM GAMELAN KONTEMPORER?

by I Wayan Sadra

Kini telah tiga puluh tiga tahun  saya meninggalkan Bali. Tujuh tahun saya berdomisi di Jakarta dan selebihnya sejak 1984 saya menghabiskan waktu saya di kota Solo- Jawa Tengah. Pada tahun 1996 saya  berproses membuat suatu musik untuk iringan tari. Proses ini berlangsung disebuah desa tepatnya Sukawati- Bali, oleh sebab itu beberapa musisi saya adalah seniman yang berasal dari desa tersebut atau sekitarnya.  Saya masih ingat dan tetap terngiang-ngiang dalam telinga saya adalah bisikan antar sesama teman pengrawit disaat-saat saya memberikan penuangansadra suatu bagian komposisi. Mereka sepertinya berkomentar dengan suara yang lirih bahwa saya sudah bukan orang Bali lagi ( Beli Sadra sube Jawa ne!). Mereka secara sembunyi  menyebutkan saya sebagai orang yang bukan merupakan bagian dari komunitas mereka. Mereka sesungguhnya telah mengasumsi atau menghakimi atau menganggap saya sebagai outsider. Mereka menganggap saya bukan lagi bagian dari komunitas Bali termasuk seniman yang berangkat dari kasanah dan sumber-sumber musik Bali.Walau saya yakin bahwa gagasan musikal saya saya angkat dari kasanah musik Bali.

Begitu juga ketika saya membuat komposisi musik dengan mempergunakan gamelan Jawa dikota tempat saya tinggal kini-Solo, dimana juga musisinya adalah mayoritas pengrawit Jawa. Disaat proses Baca lebih lanjut

CONTEMPORARY MUSIC IN INDONESIA Between Local Traditions, National Obligations and International Influences

by Dieter Mack

dieter-mackIs there really a ‘Contemporary Music’ or a ‘New Music’ in Indonesia? Sure there is one, although Indonesians themselves have different opinions about it, and „confusion” would be a convenient term to describe the current situation. Therefore it could be useful to rethink about both  – originally Western – terms, whether they can be transferred to other cultures with their respective different historical backgrounds or not.

According to my experience, and before any thorough examination of the Indonesian scene, there are two overall problems that have to be taken into account:

Baca lebih lanjut

Musik Gamelan Sebuah Catatan Tentang Pendidikan, Kehidupan, dan Kekaryaan

Musik Gamelan[1]

Sebuah Catatan Tentang Pendidikan, Kehidupan, dan Kekaryaan

by Waridi

I

pak-waridiKehidupan musik gamelan telah mengalami perjalanan sangat panjang. Artinya telah hidup membudaya dan mentradisi dalam konteks ruang dan waktu kehidupan sosial-budaya masyarakat pendukungnya. Ia telah mewariskan estetik musikal, konsep dan hal yang bersifat teoretik, serta memberi kontribusi dalam kehidupan membudaya masyarakat pendu­kungnya. Ia berhasil melewati jalan panjang secara dinamis menyesuai­kan dinamika sosial-budaya masyarakatnya. Tentunya dalam konteks keberlanjutan kehidupan musik gamelan itu sendiri, tidak lepas dari tiga hal penting yaitu: proses pengalihan kemampuan bermusik gamelan, kontribusi musik gamelan terhadap kehidupan membudaya, dan per­kem­bangan kekaryaannya.

Pergeseran orientasi yang mencakup aspek musikalitas (garap dan estetika musik gamelan), fungsi, kebebasan kreativitas kekaryaan, sistem transmisi kemampuan (pendidikan musik gamelan), sistematisasi notasi, dan lapangan kerja seniman musik gamelan[2], sering terjadi dalam dunia musik gamelan. Realitas tersebut menunjukkan, bahwa eksistensi musik gamelan tidak statis melainkan terbuka serta akomoda­tif terhadap setiap dinamika sosial budaya masyarakat pendu­kungnya. Indikator meruahnya karya musik gamelan dalam berbagai bentuk, jenis, warna, dan peruntukkannya merupakan gejala aktual dalam musik gamelan.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.